Rabu, 12 Februari 2014

seadanya saya..

sempurna, indah, mulia keiyaan yang sangat dapat dibanggakan.
sangat diinginkan tepatnya.
terlepas dari segala sesuatu yang belum pernah dilewati tapi terasa selalu dekat dengan saya.
tidak hanya sekedar itu, bahkan seringnya memanggil-manggil nama saya dan menunjukan bagaimana cara bermain yang asyik..
seakan bunga yang kegirangan bermekaran tidak seharga dengan bahagia saya..
seakan matahari yang riak cerahnya bahkan hingga membakar kulit tidak sebesar bara semangat yang saya rasa..
atau seakan lahar yang siap memakan kehidupan disekitarnya tidak dapat disamakan dengan rakusnya keinginan saya..
saya menyukainya...mencintai yang pernah ada..
sekalipun itu adalah redup gelap lampu yang putus senarnya..
atau, kertas usang yang tak pernah terbaca..
bahkan, seperti kolam yang penuh lumut dan dibiarkan menjadi tempat segala binatang menjijikan hidup didalamnya.
saya tetap mencintainya, menyukai yang akan ada...semoga.
mendekap penuh semangat atau iba, dengan tujuan yang sama..surganya dunia.
seberapa keras karang dan tajamnya tombak yang dilemparkan pada saya
entah darimanapun itu datang..
saya setegaknya tidak ingin berlari, dan sekuatnya menangkis.
terlalu narsis, memang. tapi itulah yang saya ingin katakan pada diri saya sendiri.
mungkin.. layaknya koran yang selalu memberikan informasi tapi yang hanya sekelibat dibaca hingga beralih fungsi.
seperti, pembungkus sayur menjelang busuk dipasar sana..atau paling miris terdampar di kaki-kaki mereka yang tak sedikitpun sudi membacanya.
semenderita itukah saya? ahh...tenang saja, saya tak akan mengiba..
atau meminta dimaafkan. saya hanya sedang menikmati alurNya  :)
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar